Thursday Apr 17

Minat Tak Pernah Surut

Melaksanakan ibadah haji impian setiap Muslim. Setiap tahun tak kurang dari 12 juta orang beribadah di Mekkah dan Madinah. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga 17 juta jamaah jelang tahun 2025. Hingga sekarang, kafilah haji dan umrah Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Setiap bulan, tak kurang dari 2000 orang kita pergi umrah. Sedangkan setiap tahun, sekitar 200 ribu orang Indonesia pergi haji.

Data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan, antrean haji mencapai angka dua juta lebih jamaah. Rincian data di Siskohat 2013 itu memperlihatkan jumlah calon jamaah haji yang sudah membayar setoran awal mencapai 2.229.771 orang. Dengan jumlah kuota sekitar 200.000 per tahun, maka seorang calon jamaah haji harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa berangkat haji. Masa tunggu paling panjang dialami calon haji asal Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan yang masing-masing harus sabar menunggu selama 16 tahun lamanya.

Namun demikian, hal ini tidak sedikit pun mengurangi minat umat Islam untuk tetap berhaji. Inspektur Jenderal Kemenag, M Jasin, mengatakan sempat ada masukan supaya Kemenag mengerem laju pendaftar haji. Bahkan usulan paling ekstrem yaitu moratorium atau penghentian sementara pembayaran setoran awal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). “Kalau usaha mengerem belum ada, karena ibadah haji itu hak setiap warga Negara yang beragama Islam,” ujarnya kepada wartawan dalam sebuah kesempatan.

Keinginan calon jamaah haji yang kian menguat ini, tampaknya makin menjadi perhatian khusus Khadimul Haramain (Pelayan Dua Tanah Suci), yaitu Raja Arab Saudi. Hingga akhirnya, tepat pada 26 Agustus 2011, Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, meletakkan batu pertama untuk memulai proyek akbar perluasan Masjidil Haram. Sebagaimana dilansir oleh Gulf News, perluasan akan berdampak pada penambahan areal masjid seluas 400.000 meter persegi. Hal ini membuat daya tampung Masjidil Haram bertambah menjadi 1,2 juta orang.